Metalgear Music – Setelah hampir setahun ngilang sejak debut lewat “Supertasteur”, band post-hardcore asal Lebanon, Gliddeee, akhirnya muncul lagi. Tapi comeback mereka nggak main aman. Single terbaru berjudul “Inhaler” ini rasanya kayak ditarik paksa buat napas di tengah dada yang sesak mentah, brutal, dan emosional banget. Lagu ini resmi dirilis 12 Desember 2025 sebagai pemanasan menuju EP perdana mereka, “Kinetic Flaw.”
Wujud Kekacauan Fisik dan Mental
“Inhaler” bukan tipe lagu yang bisa didengerin sambil santai. Track ini lahir dari pengalaman personal vokalis Marco Bazerji yang lagi berhadapan langsung dengan kondisi fisik dan mental yang kacau. Isinya tentang sakit, rasa terjebak, dunia yang terasa hostile, dan kesepian yang nggak bisa dihindari. Semua disajiin tanpa dramatisasi palsu apa adanya, tapi nusuk.
Secara sound, Gliddeee nge-blend hardcore, shoegaze, dan post-rock jadi satu ledakan emosional. Lagu ini dibuka sama suara kasar yang kedengarannya kayak mesin simbol orang yang lagi susah napas. Tapi twist-nya, suara itu ternyata diambil dari kamera film tua. Dari detik awal, pendengar langsung dilempar ke kondisi panik dan nggak nyaman.

Masuk ke bagian awal lagu, atmosfernya berat dan menekan, kayak dunia yang pelan-pelan nungguin lo tumbang. Lirik seperti “The blood-soaked sun cries as we melt through its rays / Thorns from our lungs punctured in as we fucking strolled.” kebayang banget rasanya: sakit, panas, dan nggak ada tempat aman.
Di tengah lagu, sempat ada momen harapan tipis banget, tapi langsung dihancurin lagi sama realita: “But soon turned dark with no doubts, no second-guessing, waiting with no care, / No pondering if I’ll go either above or below.”
Baca Juga: Vokalis Counterparts Marah! Buntut Kelakuan Broken Avenue, Band AI di Spotify
Secara keseluruhan, “Inhaler” terdengar kayak orang lagi kehabisan napas. Distorsi kotor, nuansa lo-fi, dan ledakan noise ketemu sama bagian-bagian yang lebih bersih tapi dingin. Gitar dengan nada tinggi yang nyesek dipukul sama bass dan drum yang konstan kayak detak jantung yang lagi ngotot bertahan meski tubuh udah mau tumbang.

Adaptasi dari Kondisi Lebanon
Tapi lagu ini nggak cuma soal konflik personal. “Inhaler” juga kebaca sebagai refleksi hidup di Lebanon negara yang terus diguncang krisis, perang, dan kehancuran. Tempat di mana lo nggak bisa diem, tapi bergerak terus juga bisa bikin lo hancur. Gliddeee nangkep rasa hidup di tengah ketidakpastian itu dengan jujur dipaksa adaptasi, kehilangan banyak hal, dan tetap berjuang buat sisa-sisa yang ada.
“Inhaler” sekarang sudah bisa didengerin di semua platform streaming. Sementara EP debut mereka, “Kinetic Flaw”, sudah rilis 29 Desember 2025.
Baca Juga: Stephen O’Malley Sunn O))) Rilis Album Solo, Musiknya Pakai Organ Pipa