Metalgear Music – Trojan lagi ada di fase yang menarik. Band death metal asal Bali ini bukan cuma baru saja merilis single, tapi juga memperkenalkan satu wajah baru di balik tembok distorsi mereka. Perubahan formasi, pendekatan musikal yang makin matang, hingga rencana besar ke depan jadi bukti kalau Trojan tidak sedang jalan di tempat.
Di pertengahan 2025 lalu, Trojan resmi melepas single berjudul “Anomalous” dalam format video lirik dan rilis digital. Namun itu baru pembuka.
Awal 2026 ini, mereka bersiap meluncurkan versi remix dari “Pleasure of Sickness”, salah satu materi dari album debut “Metamorphosis as the Phenomenon”. Lagu lama, tapi dengan napas baru.
“Kita masih matengin mau dirilis dalam bentuk video klip atau video lirik, tapi targetnya awal tahun ini sudah jalan,” ujar Reo Rasyidi, Gitaris Trojan. Remix ini bukan sekadar pemolesan ulang melainkan bagian dari proses redefinisi sound yang sedang mereka bangun.
Masuknya Faizal dan Awal Babak Baru Trojan
Publik juga langsung menangkap satu hal penting dari perilisan terakhir Trojan, kehadiran gitaris baru. Sosok tersebut adalah Faizal, gitaris muda yang resmi bergabung tak lama setelah event Ubernoize di Bandung. Faizal juga mengisi di band Devotion dan sempat menjadi personel Ludicia.

Sebetulnya, perkenalan mereka bukan hal baru. Faizal sudah lama wara-wiri di studio tempat Trojan berlatih. Namun yang membuatnya klik adalah energi dan perspektif segarnya terhadap musik ekstrem terutama soal sound dan gear.
“Dia gitaris muda yang enerjik dan selalu update. Jujur, gue sebagai gitaris paling tua butuh booster,” canda mereka. “Butuh partner buat dorong proses kreatif.”
Baca Juga: Mariontopsy Siapkan Album Debut “O Luna Vile” Dirilis Label Spanyol!
Michael Bergabung dengan Deadsquad
Masuknya Faizal juga tak bisa dilepaskan dari kepergian Michael, yang kini aktif bersama Deadsquad dan beberapa proyek lain. Trojan tak menampik ada kaitannya.
“Michael lagi sibuk banget, sementara kita lagi ketat ngerjain materi. Supaya semua bisa jalan, akhirnya kita ambil keputusan berat ini.”
Eksperimen Warna Musik Baru
Perubahan formasi otomatis membawa perubahan dinamika. Jika sebelumnya Trojan dikenal bermain lepas dengan emosi penuh adrenalin, kini mereka mulai menata ulang pendekatan teknis baik saat latihan maupun di atas panggung.
“Sekarang harus mulai dikendalikan pakai tempo dan klik,” ujarnya. “Biar power dan stamina tetap terjaga.”
Trojan juga mulai mengadopsi sistem dan backing track untuk menghadirkan nuansa panggung yang lebih padat dan modern. Ini bukan soal jadi ‘lebih rapi’, tapi soal efisiensi dan eksplorasi atmosfer.

Secara musikal, kontribusi Faizal sudah mulai terasa, bahkan di materi yang sebenarnya berasal dari era lama. Remix “Pleasure of Sickness” menjadi ruang uji coba ide-ide segar sebelum Trojan melangkah lebih jauh ke album ketiga.
“Aku libatin dia dari proses penulisan kerangka aransemen album ke-3,” jelasnya. “Kita pengin setiap single punya warna yang beda.”
Yang menarik, Trojan kini tidak lagi terobsesi dengan kecepatan. Mereka justru bereksperimen dengan tempo yang lebih pelan, stagnan, dan menekan.
“Brutal nggak harus kenceng, kan?” kata mereka. Sebuah pernyataan sederhana, tapi cukup merepresentasikan arah baru Trojan: lebih dewasa, lebih sadar, dan lebih berbahaya.
Baca Juga: Motörhead dan 150 Botol Wiski Zanzibar Muncul dari “Tongkrongan”
Menuju Album Ketiga dan Mimpi Tur Global
Tahun 2026 akan jadi tahun produktif. Selain merilis single terbaru, Trojan juga fokus merampungkan materi album ketiga sembari mencari label yang sefrekuensi untuk bekerja sama.

Di luar studio, mimpi besar juga sudah disiapkan. Tur Asia atau Eropa sedang dalam tahap perencanaan, lengkap dengan pencarian channel dan promotor luar negeri.
“Semoga dream tour kita bisa tercapai dalam waktu dekat,” harapnya.
Baca Juga: Stephen O’Malley Sunn O))) Rilis Album Solo, Musiknya Pakai Organ Pipa
Trojan dan Skena Metal Bali
Di tengah skena metal Bali yang makin aktif, Trojan tidak ingin sekadar eksis. Mereka ingin tetap relevan dengan karya yang unik, eksploratif, tapi tetap setia pada konsep dasar mereka.
Harapannya sederhana tapi penting skena Bali terus melahirkan bibit-bibit baru, makin solid, dan makin bergairah.
“MAKE METAL GREATER THAN BEFORE,” tutupnya.