Metalgear Music – Kalau biasanya festival musik batal karena izin, artis batal datang, atau faktor teknis, beberapa event justru tumbang gara-gara satu musuh yaitu banjir. Yup, cuaca ekstrem bukan cuma bikin panggung becek, tapi juga bisa ngebatalin satu festival gede dalam sekejap. Ini dia deretan festival musik yang harus angkat tangan karena air keburu naik duluan.
1. Splendor in the Grass 2022 – Australia

Lapangan Byron Bay dari festival musik terbesar di Australia ini awalnya diguyur hujan deras, tenda perkemahan ribuan penonton tergenang air. Banyak pengunjung festival sudah membayar lebih dari $ 500 untuk tiket terusan dan kemah. Terus mereka pada mengeluh, gara-gara antrian panjang menuju venue, macet sampai kehabisan bahan bakar.
2. Wacken Open Air 2023 – Jerman

Festival metal legendaris ini dikenal tahan banting, tapi 2023 jadi pengecualian. Hujan deras tanpa henti bikin area festival berubah jadi lautan lumpur. Akses ke venue ditutup, ribuan penonton nggak bisa masuk, dan penyelenggara akhirnya menghentikan kedatangan pengunjung lebih awal. Bukan batal total, tapi secara teknis, Wacken 2023 jadi salah satu edisi paling kacau dalam sejarahnya.
Baca Juga: Stephanus Adjie Ungkap Rock In Solo 2026 Tidak Digelar di Benteng Vastenburg Lagi
3. Glastonbury Festival 2005 – Inggris

Glastonbury Festival 2005 bakal selalu dikenang bukan cuma karena line up yang keren-keren, tapi juga karena satu hal yang bikin penonton trauma yaitu banjir parah. Festival itu berubah jadi lautan lumpur setelah hujan deras mengguyur selama beberapa hari. Air bercampur tanah menutup area penonton, jalur evakuasi, sampai tenda-tenda, bikin suasana yang biasanya penuh euforia jadi berantakan banget.
4. Lancaster Festival 2025 – AS

Lancaster Festival 2025 di Ohio, AS jelas jadi salah satu momen paling nyata tentang itu. Festival yang biasanya jadi panggung musik, budaya, dan komunitas lokal malah berubah jadi area genangan air yang memaksa banyak konser outdoor dibatalkan total.
Cerita ini bermula saat hujan deras dan flash flood (banjir bandang lokal) melanda bagian tengah Ohio akhir Juli 2025. Air datang tiba-tiba, cepat, dan deras sampai merendam panggung utama festival di Wendel Stage, area concert production, sampai akses jalan di sekitar venue ikut kebanjiran.
Baca Juga: Event Blacken Ritual, Wujud Black Metal Asia Memilih Berdiri Sendiri “Tanpa Mengemis”
Ketika Alam Lebih Kuat dari Line-up

Fenomena ini makin sering terjadi seiring perubahan iklim yang makin nggak bisa ditebak. Buat penyelenggara festival, cuaca sekarang bukan cuma faktor teknis, tapi ancaman serius yang bisa bikin rugi miliaran rupiah. Buat penonton? Ya siap-siap aja festival bukan cuma soal lineup, tapi juga soal doa supaya langit bersahabat.
Satu hal yang pasti, sekarang bukan cuma tiket dan outfit yang harus dipersiapkan, tapi juga… jas hujan. Tinggal bilang aja mau dibawa ke arah mana. Atau butuh pawang hujan?
Baca Juga: Vokalis Slipknot Pertama Ternyata Bukan Corey Taylor!