Metalgear Music – Napalm Records resmi mengumumkan kabar besar bergabungnya Winterfylleth ke label mereka. Buat band black metal legendaris asal Inggris ini, langkah tersebut bukan sekadar pindah rumah tapi juga jadi penanda babak baru dalam perjalanan panjang mereka. Sekalian merayakan momen ini, Winterfylleth langsung tancap gas dengan mengumumkan album studio kesembilan bertajuk “The Unyielding Season”, yang dijadwalkan rilis pada 27 Maret 2026.
Album ini digambarkan sebagai kombinasi antara refleksi dan perlawanan. Sebuah karya yang bukan cuma berat secara musikal, tapi juga sarat muatan sosial. Kalau album sebelumnya, “The Imperious Horizon”, lebih banyak membicarakan “kekuatan jahat yang mengintai dari kejauhan”, maka “The Unyielding Season” justru menyorot apa yang terjadi ketika ancaman itu akhirnya hadir di depan mata. Lebih nyata, lebih menekan, dan jauh lebih personal.
“The Unyielding Season” Bernuansa Amarah
Secara konsep, album ini terasa seperti ledakan emosi yang tertahan lama. Kalau “The Imperious Horizon” dingin dan penuh perhitungan, “The Unyielding Season” digambarkan sebagai kobaran api amarah yang meledak akibat tekanan hidup modern yang terus menumpuk. Winterfylleth menyebut album ini sebagai respons terhadap “berat ketakutan dan tekanan yang tidak berkelanjutan yang didorong ke dunia, oleh agen-agen kekuatan jahat yang gelisah dan pantang menyerah.”

Sebagai pembuka era baru ini, Winterfylleth melepas single “Heroes of a Hundred Fields”, sebuah anthem perang penuh semangat yang mengangkat tema persatuan dan perlawanan. Lagu ini dibangun dengan narasi epik, membayangkan sekelompok individu yang bersatu melawan penindasan, berdiri bersama demi kebebasan mereka.
Baca Juga: Event Blacken Ritual, Wujud Black Metal Asia Memilih Berdiri Sendiri “Tanpa Mengemis”
“Ini berbicara tentang bagaimana orang-orang harus bersatu dan berjuang untuk kebebasan yang mereka miliki dan tidak menyerah pada mereka yang akan menyerang mereka dan mencoba melemahkan mereka (atau membawa mereka pergi sepenuhnya).”
“Ada begitu banyak ide dan skema yang didorong ke dunia selama beberapa tahun terakhir yang hanya berfungsi untuk mengikis kebebasan pribadi orang, perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, sampai mereka hilang. Lagu ini berbicara tentang ‘menyalakan suar pemberontakan’ terhadap mereka yang akan berusaha merusak cara hidup dan kebebasan yang kita semua – semoga – sayangi.”
Bersamaan dengan perilisan lagu tersebut, Winterfylleth juga merilis video resmi yang memberi gambaran visual pertama tentang dunia kelam “The Unyielding Season” penuh nuansa perang, kehancuran, dan perlawanan.
Baca Juga: Stephen O’Malley Sunn O))) Rilis Album Solo, Musiknya Pakai Organ Pipa