Metalgear Music – Menjelang konser Slaughter To Prevail di Stockholm, suasana justru memanas karena isu politik. Band asal Rusia itu kini jadi sorotan serius setelah sejumlah politisi Swedia menyuarakan kekhawatiran soal dugaan keterkaitan mereka dengan narasi propaganda Rusia.
Isu ini mencuat setelah Forum Ukraina Nordik menuding Slaughter To Prevail pernah menyebarkan pesan yang sejalan dengan propaganda Rusia. Tuduhan tersebut langsung memantik reaksi dari berbagai pihak, termasuk politisi dari Partai Moderat (M) dan Demokrat Sosial (S), tepat jelang konser band ini yang dijadwalkan berlangsung di Stockholm pada Jumat, 30 Januari.
Salah satu suara paling vokal datang dari anggota dewan kota oposisi Stockholm, Christofer Fjellner (M). Ia secara terbuka menyebut bahwa membiarkan Slaughter To Prevail tampil dalam kondisi seperti sekarang adalah langkah yang keliru.

“Saya pikir itu sangat tidak pantas. Saya tidak berpikir sebuah band yang cocok untuk propaganda Rusia harus bermain di Stockholm sekarang,” ujar Fjellner kepada SVT Kulturnyheterna.
Baca Juga: Alex Terrible, Slaughter To Prevail Ngaku Gaya Sangar Cuma Pencitraan
Cegah Pesan Anti-Demokrasi
Nada serupa juga datang dari internal pemerintahan kota. Karin Wanngård (S), anggota Dewan Keuangan Kota Stockholm, menyatakan bahwa pihak kota saat ini tengah membuka dialog dengan promotor konser. Dalam pernyataan tertulisnya, Wanngård menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memastikan tidak ada pesan anti-demokrasi yang disampaikan selama acara berlangsung.
Menariknya, kontroversi ini muncul hanya beberapa hari setelah Slaughter To Prevail menyelesaikan penampilan mereka di Gothenburg pada hari Selasa, yang berjalan tanpa gangguan berarti. Namun untuk konser Stockholm, sorotan publik jelas jauh lebih tajam.

Sementara itu, Live Nation selaku promotor konser yang menangani pertunjukan di Stockholm memilih untuk tidak angkat bicara. Mereka menolak memberikan komentar atas pertanyaan dari SVT terkait tuduhan propaganda tersebut. Hingga artikel ini ditulis, konser Slaughter To Prevail di Stockholm masih dijadwalkan berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Mantan Gitaris Turnstile Buka Suara, Tuduh Band Ambil Uang Acara Amal $4.000
Kasus ini sekali lagi memperlihatkan bagaimana musik terutama metal nggak pernah sepenuhnya lepas dari konteks sosial dan politik global. Di satu sisi, ada fans yang datang murni untuk musik dan energi panggung. Di sisi lain, ada kekhawatiran soal pesan, simbol, dan makna yang ikut terbawa.