“Kontinum” Jadi Alarm Burgerkill, Menolak Padam dan Memilih Terus Menyala

Vicky Mono kembali isi posisi vokalis Burgerkill.

Metalgear Music – Burgerkill resmi melepas single terbaru mereka, “Kontinum”, pada 1 Februari 2026 lewat kanal YouTube resmi band. Tapi jangan salah, ini bukan sekadar lagu baru. “Kontinum” datang sebagai pernyataan sikap-tentang kesinambungan, benturan, dan keberanian buat terus hidup tanpa jeda.

Sejak intro, atmosfernya sudah dibangun pelan tapi tegang, kayak tarikan napas panjang sebelum benturan. Lalu boom Burgerkill masuk dengan formula yang mereka kuasai riff berat yang menggiling, ritme presisi, dan sound tebal tanpa kompromi. Musiknya terasa ritualistik, bukan cuma buat didengar, tapi buat dirasain.

Secara lirik, “Kontinum” main di wilayah api, darah, pelindung, dan empati yang lama terkubur. Narasinya jelas: luka dan sejarah bukan penutup cerita, tapi bahan bakar buat berubah. Saat chorus “Berikan pijar Matahari” diteriakkan, rasanya kayak seruan kolektif minta cahaya di tengah gelap, minta kejelasan di tengah kekacauan.

Yang bikin lagu ini makin padat makna, Burgerkill juga nyelipin referensi filosofis kayak taruk pati, amor fati, dan nomos. Tapi ini bukan filsafat buat gaya-gayaan. Semua itu dipakai buat ngomongin disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menerima nasib bukan sebagai pasrah, tapi sebagai pilihan sadar untuk bertindak.

Baca Juga: Waktunya Koleksi Pick Gitar dan Kertas Setlist Bekas Band karena Lebih Menarik

Burgerkill – Kontinum

“Kontinum” melihat keberlanjutan sebagai praktik hidup. Capek, luka, dan jatuh bangun nggak diposisikan sebagai kelemahan, tapi bukti bertahan. Imaji pembakaran dan kelahiran kembali dipakai bukan buat glorifikasi kehancuran, tapi buat menandai metamorfosis bahwa dari yang hangus, selalu ada yang bisa dibangun lagi.

Dari sisi aransemen, lagu ini main kontras. Ada bagian yang minimal dan sunyi, lalu dihantam ledakan drum dan riff padat. Bisikan yang terdengar seperti mantra berganti dengan teriakan komando. Semua dibangun pelan, dari hening yang dingin sampai pelepasan emosional yang katarsis. Produksinya terasa selaras dengan pesan lirik: dari runtuh, menuju pijakan yang lebih kokoh.

Baca Juga: Slipknot Lagi Istirahat, Tapi Musik Terbaru Tinggal Tunggu Waktu

Lewat “Kontinum”, Burgerkill jelas nggak cuma ngerilis lagu. Ini deklarasi. Sebuah pengingat kalau sejarah, rasa sakit, dan ingatan kolektif bisa diolah jadi energi pembaruan. Lagu ini berdiri dengan dua kaki brutal secara musikal, reflektif secara gagasan. Menghadapi masa lalu tanpa denial, menolak berakhir dengan mudah, dan tetap menuntut cahaya saat logika mulai redup.

“Kontinum membingkai ulang sejarah dan rasa sakit sebagai bahan bakar untuk kelahiran kembali dan transformasi. Trek ini menuntut sebuah pertanggungjawaban: ia mengubah luka menjadi bahan bakar dan ingatan menjadi ritual.”

Sebagai salah satu nama paling konsisten di metal Indonesia, Burgerkill kembali nunjukin kenapa mereka tetap relevan. “Kontinum” menandai babak baru lebih matang, lebih dalam, tapi tetap segarang yang kita kenal. Sebuah lagu yang nggak cuma ngajak headbang, tapi juga ngajak mikir dan berdiri lebih tegak.

Baca Juga: Uada Siapkan Album Akustik “Interwoven” Ada Lagu Cover Nirvana

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts