Kalau lo pikir Converge bakal santai setelah bertahun-tahun berkutat di scene metalcore/hardcore, think again. Band legendaris asal Massachusetts ini justru kembali dengan album ke-11 yang bukan cuma keras, tapi berbicara dalam level emosional yang tinggi, “Love Is Not Enough” bakal rilis 13 Februari 2026 dan ngerasa kayak soundtrack zaman yang lagi hancur-hancurnya.
Cerita di Balik Judul Love Is Not Enough
Judulnya bukan clickbait “Love Is Not Enough” benar-benar punya makna mendalam buat vokalis Jacob Bannon. Menurut dia, kalimat itu muncul dari proses refleksi tentang dunia modern yang makin kompleks, penuh tekanan, konflik, dan ekspektasi yang gak manusiawi. Buat Bannon, cinta itu penting… tapi sendirian gak cukup buat ngadepin kerasnya kehidupan.
“It takes more than it used to, to do all those things,” katanya, ngebahas gimana manusia sekarang perlu lebih dari sekadar rasa sayang buat tetep survive sambil tetap punya empati dan kasih.

Tanpa Polesan Berlebihan, Real, Mentah, dan Apa Adanya
Kalau lo sering kesel liat musik yang over-produced, album ini kayak lempar segelas air dingin ke muka lo. Bannon sengaja ngurangin polesan studio, gak ada special guests, gak ada studio trickery, gak ada yang ‘sempurna’ sesuai standar mainstream. Semua diambil karena feelnya pas, bukan karena teknisnya flawless.
“Sometimes the perfect take is the one that has some wildness to it,” ujar Bannon.
Pokoknya suara yang lo dengar di album ini bukan robot, bukan versi rapih tapi manusia yang kesel, marah, sedih, dan jujur banget.
Baca Juga: “Kontinum” Jadi Alarm Burgerkill, Menolak Padam dan Memilih Terus Menyala
Alur Musik yang Bikin Lo Terus Didorong
Salah satu hal paling unik dari album ini struktur tracklist-nya gak kayak album biasa yang nge-set track hit di awal atau akhir. Menurut Bannon, “Love Is Not Enough” justru terus meningkat dari awal sampai penutup kayak energi yang terus nambah dan gak pernah ngasih lo napas panjang.
Ini bukan sekadar kumpulan lagu tapi kayak narasi emosional yang dibangun dengan momentum dan intensitas yang emosional. Dan itu by design, bukan kebetulan belaka.

Terdapat 10 Track
Album ini punya 10 track yang masing-masing punya karakter kuat dari yang mukul langsung lewat judulnya (Love Is Not Enough, Bad Faith), sampai yang bikin lo merenung (To Feel Something, Make Me Forget You). Ini daftar tracknya:
- Love Is Not Enough
- Bad Faith
- Distract and Divide
- To Feel Something
- Beyond Repair
- Amon Amok
- Force Meets Presence
- Gilded Cage
- Make Me Forget You
- We Were Never the Same
Artwork album ini juga digarap sendiri oleh Bannon dan gak asal aesthetic doang. Setiap lagu punya ilustrasi yang ngerepresentasiin warna emosinya. Cover-nya sendiri digambarin sebagai saksi langit di dunia yang lagi kebakar gampang banget ngaitin itu ke hari-hari yang berantakan kayak sekarang.
Sebelumnya band udah nge-drop single We Were Never The Same yang juga dikulik maknanya Bannon nulis liriknya saat lagi merenung soal kehilangan dan gimana kita cenderung fokus ke hal yang salah di saat yang penting.
Respon komunitas juga campur aduk, ada yang bilang mix-nya raw abis, ada juga yang nostalgia banget ngerasa itu Converge klasik yang gak berubah.
Baca Juga: Curhat Vokalis MØL, di Balik “Dreamcrush” yang Tumbuh dari Rasa Sakit