Mengenang Romi Jahat, Suara yang Tak Pernah Bisa Dibungkam

Romi Jahat tutup usia.

Metalgear Music – Dunia musik alternatif Indonesia lagi berduka. Romi Jahat, vokalis utama dari band punk legendaris Romi & The Jahats (RTJ), telah meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026. Berita ini pertama kali dikonfirmasi lewat unggahan resmi akun Instagram band, yang hanya menulis “Rest in Power.” Sejak itu, gelombang duka membanjiri media sosial dan komunitas musik underground Tanah Air.

Romi, yang nama aslinya Adie Indra Dwiyanto, bukan sekadar vokalis ia adalah figur yang membawa semangat punk Indonesia ke level yang lebih jujur dan tak kompromi. Sepanjang kariernya, ia dikenal karena suara vokalnya yang khas, lirik yang tajam, dan aura panggung yang nggak pernah setengah-setengah.

Romi Mengisi Posisi Vokal di Marjinal tahun 1997

Sebelum membentuk Romi & The Jahats, Romi sudah lebih dulu malang-melintang di skena punk sejak akhir 1990-an. Ia pernah jadi vokalis awal band Marjinal pada 1997, tim punk rock yang ikut membentuk suara dan karakter musik independen di Indonesia.

Romi Jahat saat tampil di panggung.

Romi & The Jahats sendiri tumbuh dari akar musik DIY dan konser-konser kecil yang penuh energi, sering kali berani menyuarakan realitas keras kehidupan urban melalui nada cepat, agresif, dan lirik yang langsung kena. Musik mereka bukan sekadar bunyi, musik itu adalah protes, ruang ekspresi, dan untuk banyak penggemar, sekaligus rumah emosional.

Selama bertahun-tahun Romi jadi suara bagi yang sering tak terdengar. Lagu-lagu mereka, seperti “Robekan Nestapa”, “Julimu Akan Ramai”, sampai “Suaraku”, merepresentasikan kemarahan, patah hati, solidaritas sosial, dan keteguhan hidup yang sering dilihat dari sudut pandang pinggiran masyarakat.

Baca Juga: Jossi Bima, Satu Tenggorokan “Seribu Band” Vokalis Paling Brutal di Skena Death Metal Saat Ini

Romi Jahat punya gaya berpakaian yang khas.

Kesehatan Romi Menurun

Kepergian Romi datang setelah kondisi kesehatannya menurun dan sempat menjalani perawatan intensif selama hampir dua minggu. Namun hingga sekarang, penyebab pasti kematiannya belum diumumkan ke publik. Yang jelas, ia sudah meninggalkan warisan yang kuat dan tak tergantikan, bukan hanya di balik mikrofon, tapi juga di benak banyak orang yang merasa musik mereka adalah suara hidup yang nyata.

Untuk komunitas punk dan musik independen Indonesia, kehilangan Romi Jahat adalah kehilangan seorang babeh, mentor tak resmi, dan saksi perjalanan skena itu sendiri. Tagar-tagar kenangan, video panggung, foto bersama, dan potongan lirik lagu muncul bertubi-tubi di feed Instagram dan Facebook, bukti bahwa Romi bukan hanya musisi, ia adalah fenomena.

Rest in punk, Romi.

Baca Juga: Andik Godfinger: Dari Sarung, Minyak Angin, Sampai Artwork Band Metal Dunia

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts