Lamb Of God Bangkit Lagi “Into Oblivion” Bukan Album Aman

Metalgear Music – Setelah bikin fans nunggu cukup lama, Lamb Of God akhirnya balik lagi. Raksasa metalcore asal Richmond, Virginia, AS ini resmi mengumumkan album studio terbaru mereka berjudul “Into Oblivion”, yang akan dirilis pada 13 Maret 2026 lewat Epic Records.

Ini jadi album penuh pertama mereka dalam empat tahun terakhir dan kelihatannya penantian itu bakal terbayar lunas.

Lamb Of God Enggak Peduli Tren

Lewat “Into Oblivion”, Lamb Of God tampil tanpa beban. Nggak peduli tren, nggak sibuk buktiin apa pun. Album ini terasa seperti pernyataan sikap dari band yang sudah sah menyandang status modern metal lifer. Diisi 10 lagu, mereka kembali menyentuh DNA groove-heavy khas Lamb Of God, tapi dengan spektrum sound yang lebih lebar, matang, dan percaya diri.

Pengumuman album ini langsung dibarengi dengan rilis track utama “Into Oblivion”, lengkap dengan video musik bernuansa psikologis yang disutradarai Tom Flynn dan Mike Watts. Secara musikal, lagunya brutal tanpa basa-basi: riff menghantam, groove berat, dan lirik yang menyorot pembusukan sosial secara frontal.

Baca Juga: Stephen O’Malley Sunn O))) Rilis Album Solo, Musiknya Pakai Organ Pipa

Lamb Of God merilis video “Into Oblivion”

Makna “Into Oblivion”

Gitaris Mark Morton menyebut album ini sebagai ruang napas kreatif yang sudah lama mereka butuhkan.

“Album ini soal kebebasan. Kami nggak merasa harus ngikutin tren atau ekspektasi apa pun. Kami cuma pengin bikin musik yang menurut kami kerendan di situlah semuanya bermula,” ujarnya.

Sementara itu, vokalis Randy Blythe lebih blak-blakan soal makna judul albumnya.

Baca Juga: Hazar luncurkan debut album “Minor Dramatic”

Randy Blythe memaknai album “Into Oblivion” sebagai gambaran di Amerika Serikat.

“Karena memang ke sanalah kita menuju,” kata Blythe soal “Into Oblivion.“Album ini bicara tentang runtuhnya kontrak sosial yang makin cepat, terutama di Amerika. Banyak hal yang sekarang dianggap normal, padahal 20 tahun lalu bikin orang ngeri.”

Sebelum pengumuman ini, Lamb Of God sudah lebih dulu kasih teaser lewat dua single standalone. “Sepsis” rilisan pertama mereka sejak 2022 jadi surat cinta untuk skena underground Richmond awal 90-an yang membentuk mereka.

Lalu disusul “Christ Parasocial”, lagu tiga menit penuh amarah yang condong ke agresi klasik Lamb Of God.

Baca Juga: Mariontopsy Siapkan Album Debut “O Luna Vile” Dirilis Label Spanyol!

Album ini kembali diproduseri dan di-mix oleh Josh Wilbur, kolaborator lama mereka. Proses rekamannya pun terasa personal: drum direkam di Richmond, gitar dan bass dikerjakan di home studio Mark Morton, sementara vokal Randy Blythe direkam di Total Access Studio, Redondo Beach studio legendaris yang lekat dengan rilisan punk klasik dari Black Flag, Hüsker Dü, hingga Descendents.

Lamb Of God is back and they’re not here to play safe.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts