Metalgear Music – Kalau kamu kenal Alcest lewat atmosfer dreamy, melankolis, dan emosionalnya, bersiaplah lihat sisi lain dari Neige. Frontman sekaligus otak di balik Alcest ini baru aja ngumumin sesuatu yang cukup bikin kaget, dia lagi ngerjain album solo piano instrumental.
Lewat unggahan terbarunya, Neige cerita kalau proyek ini sebenarnya sudah lama banget dimulai bahkan sejak masa pandemi. Tapi baru sekarang akhirnya rampung secara komposisi.
“Beberapa dari kalian mungkin sudah tahu, tapi aku lagi ngerjain album piano instrumental di luar Alcest, yang akan aku rilis pakai nama asliku,” ungkap Neige.
Dari Blackgaze ke Piano Minimalis
Yang bikin menarik, album ini bakal jauh dari dunia blackgaze atau post-metal yang biasa kita dengar dari Alcest. Neige mengaku terinspirasi dari musik piano minimalis, dengan nama-nama besar seperti Ryuichi Sakamoto, Yann Tiersen, Philip Glass, Erik Satie. Sebuah arah yang jauh lebih hening, reflektif, dan personal.
Penulisan lagunya sendiri dimulai sekitar enam tahun lalu, dan baru benar-benar selesai sekarang. Untuk proses rekaman, Neige bakal masuk studio pada awal Maret, dibantu oleh sahabat sekaligus guru pianonya, Nicolas Horvath, yang juga rekan di proyek Ensemble Alcest / Nicolas Horvath.
Baca Juga: Slipknot Lagi Istirahat, Tapi Musik Terbaru Tinggal Tunggu Waktu

“Gue Bukan Pianis Hebat, Tapi Gue Berusaha”
Yang bikin proyek ini terasa jujur adalah cara Neige membicarakannya. Dia nggak sok jago, malah super terbuka soal proses belajarnya.
“Aku bukan pianis yang hebat, tapi aku bekerja keras untuk jadi lebih baik,” tulisnya.
“Sekarang aku nggak sabar buat ngenalin komposisi baru ini ke kalian.”
Neige juga bilang bakal terus update proses album ini selama rekaman berlangsung. Jadi buat fans Alcest atau penikmat musik instrumental yang sunyi tapi emosional ini jelas kabar yang patut ditunggu.
Baca Juga: Stephen O’Malley Sunn O))) Rilis Album Solo, Musiknya Pakai Organ Pipa
Bukan Meninggalkan Alcest, Tapi Menemukan Ruang Baru

Walau proyek ini dibuat di luar Alcest, Neige nggak bilang dia pergi dari bandnya. Lebih tepatnya, ini adalah ruang baru buat eksplorasi sisi dirinya yang lebih personal, tenang, dan introspektif.
Kalau Alcest adalah tentang pelarian dan mimpi, proyek solo ini kayak ruang hening buat bernapas. Dan, Kita penasaran banget bakal seintim apa musik yang lahir dari sini.
Baca Juga: Alex Terrible, Slaughter To Prevail Ngaku Gaya Sangar Cuma Pencitraan