Di era keemasan televisi musik, tampil di acara TV bukan berarti benar-benar tampil. Banyak program mewajibkan band untuk lip-sync alias pura-pura main. Alasannya klasik teknis siaran, kualitas audio, sampai urusan sensor. Masalahnya, nggak semua musisi mau tunduk.
Sebagian justru memilih membangkang dengan cara paling brutal, absurd, bahkan legendaris. Dari yang nyanyi asal-asalan sampai ngerusak set panggung, berikut 7 band yang “ngamuk” saat dipaksa lip-sync, dan justru bikin sejarah.
1. Faith No More – Ngetroll Habis-Habisan di TV Inggris (1990-an)

Faith No More bukan tipe band yang nurut. Saat tampil di acara TV Inggris dan diwajibkan lip-sync, mereka justru menjadikan momen itu sebagai ajang satire.
Mike Patton bernyanyi dengan gerakan aneh, ekspresi berlebihan, dan vibe seperti orang yang jelas-jelas nggak niat. Band-nya pun ikut “asal main”, seolah ingin bilang: “Kalian mau palsu? Nih sekalian.”
Hasilnya? Ikonik, dan justru makin menguatkan citra mereka sebagai band yang anti kemapanan.
2. Red Hot Chili Peppers – Super Bowl yang Bikin Heboh (2014)

Super Bowl adalah panggung paling prestisius di Amerika. Tapi juga salah satu yang paling ketat soal teknis termasuk kewajiban playback. RHCP? Mereka nggak terima.
Flea dan kawan-kawan tampil tanpa colokan kabel di instrumen mereka, secara terang-terangan menunjukkan bahwa semua itu cuma settingan. Bahkan, Anthony Kiedis sempat buka-bukaan soal ini setelah acara.
Alih-alih marah, fans justru menganggap ini sebagai sindiran cerdas terhadap industri hiburan yang terlalu steril.
Baca Juga: Motörhead dan 150 Botol Wiski Zanzibar Muncul dari “Tongkrongan”
3. Oasis – Top of the Pops yang Penuh Drama (1995)

Oasis dan drama memang dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Saat tampil di Top of the Pops, Liam Gallagher menolak menyanyi sesuai rekaman. Ia sengaja mengganti lirik, bernyanyi dengan suara cempreng, dan berdiri malas-malasan.
Noel? Tetap main seperti biasa, tapi jelas kelihatan kesal. Hasilnya satu penampilan yang kacau, penuh sikap “fuck you”, dan justru makin mengukuhkan citra Oasis sebagai band paling bandel di Britpop era 90-an.
4. Muse – Playback yang Terlalu Jujur (2006)

Muse dikenal perfeksionis, tapi justru itulah alasan mereka kesal saat diminta playback di TV Italia.
Alih-alih pura-pura, mereka malah menukar peran, Matt Bellamy pura-pura main bass, Chris Wolstenholme duduk di drum, Dominic Howard pegang gitar.
Semua dilakukan sambil tetap serius, seolah ini penampilan normal. Penonton awam mungkin nggak sadar, tapi fans langsung tahu: ini bentuk protes halus tapi pedas.
Baca Juga: Alex Terrible, Slaughter To Prevail Ngaku Gaya Sangar Cuma Pencitraan
5. Nirvana – Lip-Sync Paling Legendaris Sepanjang Masa (1991)

Kalau bicara soal lip-sync paling ikonik, ini juaranya.
Di Top of the Pops, Nirvana dipaksa playback. Kurt Cobain membalas dengan menyanyi super berat, seperti suara penyanyi gothic parodi. Krist Novoselic dan Dave Grohl ikut bermain asal-asalan.
Hasilnya? Penampilan yang absurd, kacau, tapi justru jadi simbol perlawanan terhadap industri musik pop yang serba palsu.
6. Iron Maiden – Bikin Kekacauan di TV Jerman (1986)

Iron Maiden bukan tipe band yang mau disuruh akting. Saat diminta playback di acara TV Jerman, Bruce Dickinson dan kawan-kawan justru bermain seolah-olah mereka sedang ngejek sistem. Bruce bernyanyi lebay, gestur berlebihan, dan ekspresi sarkastik sepanjang lagu.
Pesannya jelas, heavy metal bukan tontonan plastik.
Baca Juga: NOFX Bakal Rilis Film Dokumenter 40 Years of F**in’ Up* Mengenang Perjalanan Karirnya yang Gila
7. The Who – Aksi Paling Gila dalam Sejarah TV Musik (1967)

Kalau semua band di atas cuma “ngeyel”, The Who naik level: menghancurkan panggung.
Saat tampil di Smothers Brothers Comedy Hour, mereka dipaksa playback. Sebagai balasan, Keith Moon menaruh bahan peledak kecil di drum set melebihi kesepakatan awal.
Ledakannya begitu keras sampai Pete Townshend hampir tuli, kamera kacau, dan acara langsung chaos.Ini bukan sekadar protes. Ini pernyataan perang terhadap budaya palsu di televisi.
Lip-Sync vs Harga Diri Musisi
Buat sebagian orang, lip-sync mungkin hal sepele. Tapi buat band-band ini, itu soal integritas.
Mereka bisa saja nurut, tampil rapi, lalu pulang. Tapi mereka memilih melawan dengan humor, kekacauan, atau bahkan “ledakan”. Dan justru karena itulah, penampilan mereka diingat sampai sekarang.
Baca Juga: Slipknot Lagi Istirahat, Tapi Musik Terbaru Tinggal Tunggu Waktu