Cerita Casper Hatestroke Kini Sibuk Mengaji dan Dihibur Sound Horeg

Casper Hatestroke

Metalgear Music – Kalau ngomongin skena death metal Jawa Timur, nama Casper pasti bukan sosok asing. Vokalis band Hatestroke ini dulu dikenal dengan karakter vokal yang buas dan energi panggung yang nggak main-main. Tapi sekarang, hidupnya pelan-pelan berubah arah lebih tenang, lebih kalem, tapi tetap metal dan tetap happy.

Nama aslinya Mohammad Jumari, lahir di Kediri, 2 Agustus 1978. Di usia 48 tahun, Casper sekarang menjalani hidup dengan ritme yang jauh dari hingar-bingar panggung, tapi tetap penuh makna.

“Sekarang ya fokus ngurus keluarga, kerja, terus tiap malam habis Isya ikut pengajian di pondok atau masjid,” katanya.

Casper saat tampil di panggung bersama Hatestroke.

Buat yang mikir Hatestroke udah bubar, tenang, itu hoaks. Casper memastikan kalau Hatestroke masih aktif sampai sekarang. Bahkan mereka lagi nyiapin materi baru buat direkam.

“Kalau ada undangan manggung, kita masih jalan. Hatestroke nggak vakum, nggak bubar. Kita lagi ngumpulin materi baru juga,” terangnya.

Artinya, meski sekarang hidupnya lebih adem, urusan distorsi dan riff gelap tetap hidup di darahnya.

Baca Juga: Andik Godfinger: Dari Sarung, Minyak Angin, Sampai Artwork Band Metal Dunia

Dari Panggung ke Pengajian

Perubahan besar dalam hidup Casper dimulai sejak awal 2018. Sejak saat itu, ia mulai rutin ikut pengajian dan lebih fokus ke kehidupan spiritual.

“Aku pengin lebih menata hati, cari ketenangan. Dari Januari 2018 sampai sekarang alhamdulillah masih rutin ikut pengajian keliling Kediri dan sekitarnya.”

Tapi jangan salah, ini bukan cerita hijrah yang meninggalkan masa lalu. Justru sebaliknya, Casper tetap berdamai dengan semua fase hidupnya.

Sound Horeg, Hiburan Rakyat yang Bikin Nagih

Satu hal unik dari Casper sekarang, dia doyan sound horeg, beberapa waktu lalu Casper juga pernah mengunggah sound horeg melalui akun instagram pribadinya. Buat yang belum tahu, sound horeg itu identik dengan sound system raksasa, subwoofer segede lemari, lampu warna-warni, dan dentuman yang bisa bikin dada ikut getar, kaca rumah pun bisa pecah dibuatnya.

“Itu hiburan aja sih. Biasanya pas Agustusan, karnaval kampung. Di Jawa Timur kan terkenal tuh sound-sound gede.”

Menurut Casper, sound horeg bukan cuma soal berisik. Melainkan kreativitas jenis baru.

“Aku kagum sama kreativitasnya. Bentuk box-nya, warna catnya, lighting-nya, sampai sound yang nendang banget. Itu karya juga.”

Baca Juga: Stephanus Adjie Ungkap Rock In Solo 2026 Tidak Digelar di Benteng Vastenburg Lagi

Buat dia, nonton sound horeg itu kayak healing versi rakyat, gratis, rame, dan penuh energi. Walau sekarang lebih kalem, Casper menegaskan satu hal jiwa metalnya nggak ke mana-mana.

“Kalau dibilang balik ke death metal? Ya masih banget. Masih sering kumpul sama teman-teman scene Kediri (KKDM).”

Bahkan Hatestroke punya rencana buat lanjut rekaman lagi.

“Insya Allah mau bikin album baru. Sekarang lebih nyaman, karena kita lebih ngerti diri sendiri dan lebih banyak introspeksi.”

Casper tegaskan Hatestroke masih aktif.

Di akhir obrolan, Casper menyampaikan pesan yang cukup dalem buat skena metal Indonesia.

“Tetap berkarya dan tetap eksis. Tapi jangan lupa, kita ini sebenarnya nggak punya apa-apa, semua cuma titipan. Nanti kita pulang juga nggak bawa apa-apa, cuma amal baik,” jelasnya

Sebuah pesan yang datang dari seseorang yang sudah melewati kerasnya skena, gemuruh panggung, sampai akhirnya menemukan ketenangan dengan caranya sendiri.

Baca Juga: Kenapa Banyak Personel Band Metal Eropa Pilih Jadi Vegan? Bukan Cuma Soal Makanan

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts